Assalamu’alaikum....
Tanggal 7 bulan Desember tahun 2016, ya, tepat pada waktu
itu mengapa cahaya bulan selalu memandangiku?, aku sangat senang jika itu
memang sengaja, emm... tapi apa
jangan-jangan karena ada alasan lain?,, coba aku ungkit kembali aktivitasku
dihari itu.
 |
| Ceritaku di waktu itu - Hari Bingung Nasional |
7 Desember 2016, pukul 09.00 wib, aku dipanggil bos ayahku
untuk menyetting cctv di salah-satu rumah makan yang beliau miliki, setelah selesai
menyetting cctv pada pukul 11.45 wib, ku pacu sepedaku menuju kampus, tepatnya,
aku menuju laboratorium elektro, disitulah tempat aku biasa kumpul dengan
teman-teman UKM(Unit Kegaitan Mahsiswa) Broadcast. Setelah adzan dhuhur, aku
langsung ambil air wudhu lalu sholat di lab tersebut. Lalu aku mengerjakan
tugas kampus di tempat itu pula. Tak lama kemudian, ada telpon dari ibuku,
katanya “hid, kamu diundang dari balai desa nanti malam pukul 19.30 wib”, aku
berbicara dalam lamunan “waduh, nanti malam aku ada jam pelajaran, gimana ya??”...
setelah aku pikir-pikir, aku pun berencana untuk menghadiri undangan tersebut.
Setelah itu pada pukul 12.45 wib aku pulang untuk persiapan
kuliah, kembali ke kampus pada pukul 14.00 wib di waktu ini aku kerja kelompok
dengan teman-teman praktikum.
Pada pukul 15.45 wib aku meluncur menuju musholla dengan
temanku untuk menunaikan ibadah sholat.
Kemudian aku kembali menuju kelas dimana aku dan temanku
mengerjakan tugas kelompok.
Tak lama kemudian tak sengaja ku pergi ke luar kelas ternyata
cahaya bulan datang, aku pun tersipu, lalu aku kembali masuk lagi ke dalam
kelas sambil sesekali menoleh ke luar ruang kelas.
jam pun menunjukkan puku 16.15 wib, waktu itu adalah jam
pelajaran dimulainya praktikum, aku dan teman-teman kelompokku langsung menuju
tempat pelajaran, sebelu itu aku berhenti di lorong kelas, aku pun melihat ada
cahaya bulan sedang duduk bersama teman-temannya di depan gerbang, dan tak
sengaja aku dan cahaya bulan berpapasan mata, aku pun langsung menoleh ke arah
lain, sebenarnya dalam hatiku aku ingin terus seperti itu, ya terus saling
bertatap mata, tapi apalah daya, aku tak kuasa menahan malu.
Bel pun berbunyi, segerombolan teman-temanku, aku dan cahaya
bulan masuk menuju kelas praktikum.
Selanjutnya, dengan kaget, ada teman baik perempuanku yang
duduk disebelah aku, di belakangku ada dua teman perempuan juga merka adalah teman sekelompokku diwaktu praktikum,
lalu tak lama kemudian asisten dosen duduk bersebelahan dengan teman baikku, jadi,
intinya, aku di apit oleh 4 benua dunia. Di situ aku mulai panik, bingung dan
terdiam sendiri menahan malu. Ini sifatku yang tidak bisa aku lepas dari
diriku.
kemudian, dengan sengaja aku menoleh ke teman baikku, ternyata tanpa
aku sadari, aku dipandangi oleh cahaya bulan. Dan itu terjadi emmm... mungkin 3
atau 4 kali berturut-turut. Dalam pikirku, entah itu pertanda baik atau
pertanda buruk buatku. Aku takut pada waktu itu, karena posisiku juga di apit
oleh 4 benua Dunia, apalagi pelajaran praktikum pada waktu itu di ajar oleh ibu komandan
militer.
Aku bingung, bingung dan bingung.
Tak kuasa dengan semua itu, aku pun mencoba untuk berpindah
tempat, aku langsung menuju ke belakang.
Oke, semua teratasi.
Sekarang aku bisa fokus dengan tenang, damai dan tanpa ada
gangguan dari 4 benua Dunia yang dapat memprovokasiku dalam menjalankan
aktivitasku di waktu itu.
Oke pelajaran pun di mulai.
Sebenarnya aku tidak terlalu kaget tentang tugas yang
diberikan oleh ibu komandan militer. Ya... seperti biasa, dia memberikan
tugas yang selalu berlebihan kepada kita semua. Dan tugas tersebut harus kita
waspadai. Maka dari itu kita harus hati-hati.
Pukul 17.45 wib Jam pelajaran praktikum selesai. Di waktu
itu aku kelaparan. Pada saat yang tepat rejeki datang menghampiriku, ternyata
ada om om yang berbaik hati memberi 2 buah roti dan sebotol air mineral, aku
dan temanku pun langsung melahapnya hingga habis, karena kita sama-sama
kelaparan.
Setelah itu kita menuju musholla untuk menunaikan sholat
maghrib.
Dengan perlahan aku menuju tempat wudhu, aku pun berwudhu,
kemudian aku menuju lantai 2, eh ternyata aku yang disuruh iqomah, aku pun
mematuhinya.
Seusai sholat, aku dan temanku menuju parkiran, dan
berangkat mencari sumber kehidupan, yaitu makanan lagi. Ya... lagi-lagi makanan
yang kita incar. Dalam anganku “hid ahid, makan melulu, tapi kenapa badan tidak
gemuk-gemuk?”.
Hadeh...
Oke setelah kita makan, kita langsung menuju ruang depan
kantor untuk mencari referensi tentang tugas kuliah, tak lama kemudian, cahaya
bulan dan temannya datang.
Disaat itu aku lupa bahwa aku ada undangan di desa, aku pun
tidak memikirkan hal lain selain undangan itu, karena prinsipku adalah
komitmen. Selanjutnya ku tancapkan gas motorku lalu berangkat menuju rumah, ganti
baju lalu menuju balai desa.
Pada waktu itu adalah agenda penentuan ketua, sekretaris dan
bendahara BUMDes.
Disitu perkumpulannya sangat proaktif, aku pun banya
menyimak dan belajar.
Sambil memikirkan kuliah yang tadinya aku tinggalkan, aku
langsung mengirim pesan kepada cahaya bulan untuk meminta izinkan aku agar aku
tidak masuk pada jam kuliah tersebut, tetapi ya.... hasilnya zonk, pesanku di cuekin,
aku tak tahu apa dia sibuk atau tidak ada pulsa, atau juga dia sengaja untuk
cuekin aku.
Tapi ya tidak apalah kalau memang pesanku tadi tidak di balas, padahal pesanku tadi cuma minta tolong, oke fine, aku berfikir positif dan yakin saja, dan aku serahkan semua kepada Tuhan yang maha Esa, semoga cahaya bulan mendengar pesanku.
Rapat di balai desa selesai, akhirnya aku pulang. Dan kemudian
aku menulis cerita ini dengan memikirkan kelanjutan terkait cahaya bulan.